Prof. Dr.Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie

biografi-habibie

Habibie lahir di parepare, provinsi sulawesi selatan, tepatnya pada tanggal 25 juni 1936 dengan nama lengkap bacharuddin jusuf habibie. Beliau merupakan anak ke-4 dari delapan bersaudara, sejak kecil beliau telah membangun begron masa depannya yang cemerlang baik dari segi spiritual maupun intelektual. Anak dari alwi abdul jalil habibie yang lahir pada tanggal 17 agustus 1908 di gorontalo dan r.a. Tuti marini puspowardojo yang lahir di yogyakarta 10 november tahun 1911. Ibunda r.a. Tuti marini puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di yogya, dan ayahnya yang bernama puspowardjojo bertugas sebagai pemilik sekolah.
Pada 1955-1965 ia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelar doktor ingineur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.
Pada saat itu 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain. Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.
Dalam kelas-kelas yang diikutinya Habibie kadang-kadang menarik perhatian. Pernah suatu hari Habibie mengikuti kuliah yang diberikan oleh Prof. Ebner, tetapi karena terlambat beberapa menit ia masuk ruangan kuliah dengan berhati-hati. Kira-kira setengah jam kemudian, Prof. Ebner berhenti dan menanyakan kepada mahasiswa apakah ada yang belum jelas ataupun bertanya. Tiba-tiba beliau angkat bicara dengan langsung mendebat, sehingga suasana mulai berubah. Dan semakin lama perdepatan pun semakin seru, sampai akhirnya semua mahasiswa satu persatu meninggalkan tempat karena makin panjangnya perdebatan.
Disamping aktif menjadi mahasiswa jurusan aeronik, ternyata kiprah Habibie dalam dunia sosial sangat bagus, beliau mengadakan seminar PPI yang mengupas masalah pembangunan, politik, ekonomi serta sosial di Indonesia.pada tahun 1959 dengan penuh perjuangan dan usaha yang tidak mudah, sehingga beberapa perusahaan beliu kunjungi untuk meminta dana dari proposal yang beliau buat sendiri. Seminar tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang berdomisili di Eropa.
Sementara seminar terealisasikan, beliau terkapar sakit dan mendekam di klinik universitas Bonn dikarenakan serangan influenza yang virus-virusnya masuk ke jantung. Sehingga selama 24 jam, dalam keadaan tidak sadar tiga kali dikembalikan kekamar mayit dari bangsal biasa. Namun, Allah masih memberikan kesempatan bagi beliau untuk meneruskan perjuangannya, dan saat sadar beliau menciptakan sajak, yaitu:
Sajak ini, mengisahkan tekad dan kepasrahannya dalam mengabdi untuk mencapai kemakmuran bangsa bukan untuk dilihat orang tetapi merupakan kewajiban generasi bangsa baik individu maupun kelompok.
Memang tekad suci dan kuat, serta tujuan belajar serta hidup yang suci menjadi dasar kesuksesan beliau dalam bidang akademik. Sehingga pada tahun 1960 meraih gelar Diploma Ing., dengan nilai Cumlaude atau dengan angka rata-rata 9,5. Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.
Sedangkan pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summacumlaude dengan angka rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean. Belum lagi penemuan beliau tentang pemecahan persoalan penstabilan konstruksi di bagian ekor pesawat yang dihadapi oleh Perusahaan HFB (Hamburger Flugzeugbau) yang kini berubah menjadi MBB (Messerschmitt Bolkow Blohm) selama tiga tahun akhirnya dapat diselesaikan oleh Habibie dalam waktu enam bulan. Sehingga, penemuan-penemuan tersebut diabadikan oleh berbagai pihak yang dikenal dengan teori, faktor dan metode Habibie. Kegigihannya dalam mempertahankan pendapat, baik mengenai program-program penelitian maupun yang lainnya membuahkan hasil baginya. Sehingga pada tahun 1974, beliau sudah diangkat menjadi Wakil Presiden dan Direktur Teknologi MBB. Amanat tersebut merupakan jabatan tertinggi yang diduduki oleh orang asing.
Prestasi-prestasi yang diukir di Jerman bukan kunci keberhasilan dan kejayaan bagi beliau, justru hal tersebut sebagai sarana dalam mempersiapkan diri jika kelak berada di tanah air. Pada umur 28 tahun, ketika itu Habibie belum bisa kembali pulang ke Indonesia justru beliau diberi tugas untuk membina kader-kader bangsa yang sedang mendalami konstruksi pesawat. Akhirnya, kader-kader tersebut beliau berikan peluang untuk bekerja di MBB melalui prakarsa yang tidak mudah untuk meyakinkan pihak perusahaan dalam menerima 30 orang Indonesia. Saat Habibie dipanggil untuk pulang ke Indonesia, 30 orang tersebut bersama-sama beliau kembali ke tanah air guna menjalankan tugas yang diberikan oleh presiden Suharto.
Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat Presiden (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 – 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Menaiki jenjang karier di Indonesia banyak prestasi yang beliau raih, diantaranya: memimpin industri IPTN, guru besar bidang konstruksi pesawat terbang di ITB, menjadi Menteri Riset dan Teknologi, Wakil Presiden RI, Presiden RI, ketua ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia), pemimpin umum The Habibie Center, dan masih banyak prestasi beliau yang diukir baik nasional maupun Internasional.

————————————————————————————————————-

Habibie born in parepare, south sulawesi province precisely by the 25th of june in 1936 with full name bacharuddin jusuf habibie. He is the 4th from eight brothers, since small he has built its future begron brilliant both in terms of spiritual and intellectual. The son of alwi abdul jalil habibie who was born on august 17, 1908 in gorontalo and r.a. Tuti marini puspowardojo who was born in jogjakarta 10 november 1911. Ibunda r.a. Tuti marini puspowardojo is the son of a specialist of the eye in yogya, and his father named puspowardjojo served as the primary school. On 1955-1965 he continued to study of the technique flight, specialism construction of aircraft, in aachen rwth, west germany, received a degree diplom ingineur in 1960 and a doctoral degree ingineur in 1965 with the predicate summa cum laude.
At that 99 % indonesian students learning there will get full. Only beliaulah who have passport green or private than many of her friends holidays not vacation for he is a golden opportunity to be filled with tests and making money to buy the book. After holiday, all operations disampingkan except learn. Unlike many of her friends, them; more use time summer holiday to work, seek experience and money without take the exam. In classes he follows habibie sometimes draw attention. Ever one day habibie follow tuition given by prof. Ebner, but because of late a few minutes she came in the room college with careful. About half hour later prof. Ebner stopped and asked the student did anybody not clear or ask. Suddenly he lift talk to direct argued, so atmosphere started to change.And the longer perdepatan is an exclamation, until finally that all students one by one leaving a place because the more the length of the debate. Besides being a student majors aeronik, active it turns out that a gait habibie in a social world is very good, he did a seminar ppi who peels the issue of development, politics, economic and social affairs in indonesia. In 1959 with full of struggle and business is not easy, so some companies beliu visit to ask for funds from proposals that he made for myself. The seminar attended by local students and a student of indonesia residing in europe.
Meanwhile the seminar terealisasikan, he forsaken sick and languishing at the clinic university of bonn due to attack influenza this virus entrance to the heart. So for 24 hours, in a state of unconscious three times returned to use the mayit of a ward usual. However, god still provides an opportunity for him turn to continue operating, and when he created rhyme, conscious which is this: this rhyme, tells the determination and his defenselessness in serve to achieve prosperity of a nation not to be seen by people but is obligation generation nation either of an individual or group.
Indeed, determination and strong sacred and the purpose of learning and live a saint to be the basis of success she in the field of academic. So that in 1960 to win the title in which diplomas are martes. Cumlaude, with the value or with 9.5 average rate. With a degree of engineers, he register themselves to work in firms talbot, an industry train germany. At that moment firms talbot need a wagon that bervolume large for transporting goods that is light but large volume. Talbot need 1000 wagons. Have problems like that habibie trying to apply how-how constructed making the wings of an airplane that he implement on wagons and finally succeeded.
While in 1965 habibie got a dr. Ingenieur with appraisement summacumlaude with the average of 10 technische hochschule die facultaet fuer maschinenwesen aachean. Not to mention finding him on problem solving penstabilan konstruksi at the tail planes faced by hfb company ( hamburgers flugzeugbau ) that is changed into mbb ( messerschmitt bolkow blohm ) for three years finally be solved by habibie in six months. So the discoveries are perpetuated by various parties, known as the theory factors and methods habibie. Kegigihannya in maintaining opinion, either regarding joint-research programs and other successful for him. So, in 1974 he was appointed as vice president and director mbb technology. Allocution is the highest office occupied by foreigners.
Accomplishments are carved in Germany is not the key to success and glory for him, thus it is as a means of preparing yourself if later in the homeland. At the age of 28 years, when that Habibie could not return home to Indonesia that he was given the task to build the cadre cadres of the people who are steeped in the construction of aircraft. Finally, the cadres of cadres, he gave opportunities to work through initiatives that MBB was not easy to convince the company receives 30 Indonesia. When Habibie was called upon to return home to Indonesia, 30 people were together he returned to in order to run a task given by President Suharto.
He then served as Minister of research and technology since 1978 to March 1998. Before becoming President (May 21, 1998 – October 20, 1999), was Vice President BJ Habibie (14 March 1998 – 21 May 1998) in the seventh development cabinet under President Suharto. Up the level of career in Indonesia he has many achievements, including: led industry IPTN, a professor in the field of aircraft construction, ITB, Minister of research and technology, Vice President of the REPUBLIC, the President of the REPUBLIC, the Chairman of ICMI (Indonesian Association of Muslim Indonesia), General superior of The Habibie Center, and many achievements he carved into both national and international.

Reference: [Buku/Book] The True Life of Habibie (Cerita di Balik Kesuksesan)

One response to “Prof. Dr.Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie

  1. We have decided to open our POWERFUL and PRIVATE web traffic system to the public for a limited time! You can sign up for our UP SCALE network with a free trial as we get started with the public’s orders. Imagine how your bank account will look when your website gets the traffic it deserves. Visit us today: http://voxseo.com/traffic/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s